IUSTITIA STUDY:
Anak
merupakan generasi penerus yang berpotensi dan berperan penting terhadap
perkembangan masa yang akan datang, oleh karena itu anak peranannya dalam
memajukan Bangsa dan Negara dikemudian hari
sangatlah strategis namun juga sangatlah riskan jika di dalam
perkembangan fisik, mental, dan rohaninya tidak berjalan secara utuh, seimbang
serta selaras dimana anak tersebut menjalankan kehidupannya. Untuk itu anak
perlu dihindarkan dari perbuatan pidana yang dapat mempengaruhi perkembangan
fisik, mental dan rohaninya tersebut. [1]
Hal
ini yang menjadi dasar awal mengapa anak-anak harus dilindungi atau alasan perlindungan anak baik dari segi
sosial maupun hukum yang berlaku, jika anak tersebut melakukan suatu tindak
pidana, karena perlindungan anak merupakan sutau usaha untuk menciptakan suatu
kondisi dan situasi yang memungkinkan pelaksanaan hak dan kewajiban anak secara
manusiawi. Perlindungan anak juga merupakan perwujudan adanya keadilan dalam
suatu masyarakat[2]. Oleh
karena itu anak harus diperhatikan serta dididik sesuai dengan peranan mereka
sebagai generasi penerus. Perhatian terhadap anak pada hakikatnya sudah dimulai
pada akhir abad ke 19, dimana anak dijadikan sebagai obyek yang dipelajari
secara ilmiah. Pelopornya adalah Wilhem Preyer dalam bukunya die seele des
kindes (jiwa anak) pada tahun 1882.[3]
Proses
pendidikan anak dapat dilakukan secara formal maupun informal. Secara formalnya
anak dididik di sekolah dimana anak tersebut menuntut ilmu, sedangkan
informalnya anak tersebut mendapatkan pendidikan dirumah bersama keluarganya
ataupun ditempat-tempat pendidikan yang
bukan sekolah.
Setiap
anak memang cendrung memiliki sifat jahil, iseng dan nakal terhadap keluarganya
ataupun teman-temannya, yang memang hal tersebut adalah hal yang wajar didalam
perkembangan anak. Masalah kemudian muncul ketika kenakalan anak tersebut
menjadi berlebihan yang menjurus kearah tindak pidana yang secara tidak
langsung dapat merusak moral anak tersebut dimasa yang akan datang, hal ini
adalah masalah kita bersama sehingga sedini mungkin tanamkanlah hal-hal yang
berdampak positif terhadap anak didalam menjalankan kehidupan sosialnya sebagai
anak.
Perkembangan jaman salah satu hal yang sangat berperan penting bagi perkembangan anak dimasa depan, namun perkembangan jaman juga sangat riskan membawa anak terjerumus kedalam hal-hal yang merugikan jika kita sebagai orang dewasa ataupun orangtua salah dalam memberikan pengertian terhadap segala bentuk perkembangan jaman, sebagai contoh handphone, jaman sekarang anak yang masih duduk di taman kanak-kanak pun sudah mengetahui bagaimana memperguanakan handphone serta mengakses internet, ini bisa berdampak baik namun juga bisa berdampak buruk, hal yang berdampak buruk inilah yang harus dicegah, misalnya saja di handphone ada fitur yang bisa dipakai anak untuk memutar video porno, dan bukan tidak mungkin karena rasa ingintahunya anak tersebut menirukan apa yang ada dalam adegan video porno yang ditontonnya tersebut yang sepantasnya dilakukan oleh orang dewasa yang sudah kawin. Handphone didalam perkembangannya sangat membangkitkan rasa ingintahu anak terhadap tehknologi, sebetulnya hal ini sangatlah baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan anak, namun disatu sisi rasa ingintahu anak yang berlebihan serta sifat anak yang suka iseng dan jahil bisa saja membuat anak tersebut melakukan tindakan pidana yang belakangan ini banyak kasus pencurian handphone yang dilakuakan oleh anak-anak.
Perkembangan jaman salah satu hal yang sangat berperan penting bagi perkembangan anak dimasa depan, namun perkembangan jaman juga sangat riskan membawa anak terjerumus kedalam hal-hal yang merugikan jika kita sebagai orang dewasa ataupun orangtua salah dalam memberikan pengertian terhadap segala bentuk perkembangan jaman, sebagai contoh handphone, jaman sekarang anak yang masih duduk di taman kanak-kanak pun sudah mengetahui bagaimana memperguanakan handphone serta mengakses internet, ini bisa berdampak baik namun juga bisa berdampak buruk, hal yang berdampak buruk inilah yang harus dicegah, misalnya saja di handphone ada fitur yang bisa dipakai anak untuk memutar video porno, dan bukan tidak mungkin karena rasa ingintahunya anak tersebut menirukan apa yang ada dalam adegan video porno yang ditontonnya tersebut yang sepantasnya dilakukan oleh orang dewasa yang sudah kawin. Handphone didalam perkembangannya sangat membangkitkan rasa ingintahu anak terhadap tehknologi, sebetulnya hal ini sangatlah baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan anak, namun disatu sisi rasa ingintahu anak yang berlebihan serta sifat anak yang suka iseng dan jahil bisa saja membuat anak tersebut melakukan tindakan pidana yang belakangan ini banyak kasus pencurian handphone yang dilakuakan oleh anak-anak.
Masalah kenakalan anak dewasa ini tetap
merupakan persoalan yang aktual, hampir di semua Negara – Negara di dunia
termasuk Indonesia. Perhatian terhadap masalah ini telah banyak dicurahkan
pemikiran, baik dalam bentuk diskusi – diskusi maupun dalam seminar – seminar
yang mana telah diadakan oleh organisasi – organisasi atau instansi – instansi
pemerintah yang erat hubungan dengan masalah ini. Adapun proses pembinaan anak
dapat dimulai dalam suatu kehidupan keluarga yang damai dan sejahtra lahir dan
bathin. Pada dasar kesejahteraan anak tidak sama, tergantung dari tingkat
kesejahteraan orang tua mereka. Kita dapat melihat di Negara kita masih banyak
anak yang tinggal di daerah kumuh dan diantaranya harus berjuang mencari nafkah
untuk membantu keluarga. Kemiskinan, pendidikan yang rendah, keluarga yang
berantakan dan lingkungan pergaulan akan mempengaruhi kehidupan atau
pertumbuhan seorang anak.
Dan hal
tersebut merupakan dasar yang melatarbelakangi seorang anak untuk melakukan
tindak pidana atau kejahatan. Menghadapi dan menanggulangi berbagai perbuatan
dan tingkah laku anak nakal, perlu dipertimbangkan kedudukan anak dengan segala
ciri dan sifatnya yang khas. Walaupun anak telah dapat menentukan sendiri
langkah perbuatan berdasarkan pikiran, perasaan dan kehendaknya, tetapi keadaan
disekitar dapat mempengaruhi perilakunya. Oleh karena itu anak nakal, orang tua
dan masyarakat sekitarnya seharusnya lebih bertanggungjawab terhadap pembinaan,
pendidikan, dan pengembangan perilaku tersebut. Mengingat sifatnya yang khusus
yang memberikan landasan hukum yang bersifat nasional bagi generasi muda
melalui tatanan Peradilan khusus bagi anak – anak yang mempunyai perilaku yang
menyimpang dan melakukan pelanggaran hukum. Yang dimaksud untuk memberikan
pengayoman dalam upaya pemantapan landasan hukum sekaligus memberikan
perlindungan hukum kepada anak – anak Indonesia yang mempunyai sifat perilaku
menyimpang, karena dilain pihak mereka merupakan tunas – tunas bangsa yang
diharapkan berkelakuan baik dan bertanggungjawab. Jadi perlakuan hukum pada
anak sudah selayaknya mendapatkan perhatian yang serius karena bagaimana pun
anak – anak ini adalah masa depan suatu bangsa. Oleh karena itu dalam
pengambilan keputusan, hakim harus yakin benar bahwa keputusan yang diambil
akan dapat menjadi satu dasar yang kuat untuk mengembalikan dan mengatur anak
menuju masa depan yang baik untuk mengembangkan dirinya sebagai warga
masyarakat yang bertanggung jawab bagi kehidupan bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar